Ekowisata Mangrove Karangsong

Jikalau bertandang ke Cirebon, silahkan mampir ke  Karangsong. Ini peta wisatanya.

DSC03458

 

Mari sekarang kita mulai kunjungan pertama saya ke Ekowisata Mangrove Karangsong dan ini sedikit jepretan yang berhasil saya kumpulkan dalam video klip berikut,  Klik disni!

kurang lebih itulah pemandangan yang bisa saya dapatkan, sesungguhnya buanyak sekali yang bisa saya abadikan dalam kamera saya, namun saya terlalu terbawa suasana. Menikmati suasana di hutan Mangrove Karangsong ini. Angin yang bertiup kencang diiringi bunyi daun-daun yang di tiupnya, pertemuan sinar matahari tenggelam yang berpantulan  di air juga   mengintip dari dedaunan mangrove, diselingi bayang-bayang burung yang berterbangan kembali kedalam hutan mangrove. Saya sungguh menikmati momen ini.

Sore itu saya berada di Hutan Mangrove Karangsong. Hutan Mangrove Karangsong mulai dirawat semejak tahun 2008, setelah diketahui adanya kerusakan pesisir pantai akibat abrasi maka pada tahun 2010 Pertamina ikut berperan aktif melakukan konservasi mangrove di Pantai Karangsong melalui program CSR Pertamina Hijau. pada tahun tersebut pun masyarakat lokal  melalui kelompok Lestari mulai mengelola Hutan Mangrove Karangsong. Dan pada 2015 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Mencanangkan lokasi ini menjadi Mangrove Center untuk wilayah Barat Indonesia.

Terdapat 15.000 pohon magrove dengan luas hutan sekitar 50 ha, yak luas banget… yang pasti saya ga sanggup muterin semua sudut Hutan Mangrove Karangsong ini, apalagi ada yang bilang terdapat spot bagus di ujuuung sana yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan kano. Tergoda sih tapi saya sadar diri akan rasa lelah.

Kawasan Pantai Desa Karangsong sekarang dikenal sebagai pusat Ekosistem  Mangrove Karangsong dan memiliki beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat Indramayu seperti menanam mangrove , workshop mangrove, kelas kuliner sampai dengan panggung hiburan dan bazar. Nah pengunjung macam saya ini atau teman-teman lain yang dari luar kota yang ingin berkunjung ke Hutan Mangrove bisa banget merasakan pengalaman berkeliling kawasan Ekosistem Mangrove ini.

Dimulai dengan menaiki perahu dengan membayar Rp. 15.000,- kami diantar untuk memasuki kawasan mangrove. Inget ya jam wisata hanya sampai jam 5 sore.

Banyaknya wisatawan yang berdatangan dari dalam atau pun luar Indramayu membuat Pertamina merasa perlu meningkatkan aspek pariwisata Ekowisata Mangrove dengan memberikan pemandu wisata.

Pelatihan Tour Guide melalui proses tahapan dan juga seleksi, dimana Pertamina RU VI Balongan bekerja sama dengan HPI (Himpunan Pariwisata Indonesia) Jawa Barat menghadirkan pemateri dari Dinas Pariwisata, Badan Geologi Bandung, PMI Kabupaten Indramayu, ASITA Jabar, STP Bandung dan pelaku seni budaya Indramayu. Dengan pelatihan ini diharapkan para pramuwisata dapat memberikan para wisatawan pengetahuan mengenai manfaat mangrove bahkan sampai dengan habitat flora dan fauna di dalamnya tentunya selain segudang kenangan foto-foto seperti yang saya lakukan *shy*.

Efek pengelolaan pariwisata Ekowisata Mangrove dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan kelompok. Karena Masyarakat Karangsong dan Pabean Udik terlibat langsung dalam pengelolaan pariwisata.

Selain itu hutan mangrove juga dapat menghasilkan panganan yang dapat diolah sedemikian higenis dan halal menjadi panganan ringan yang memiliki nilai jual serta berkhasiat. Kesemua produk pangan mangrove ini dapat diperoleh di Rumah Berdikari yang terletak di Wisata Karangsong ini. Dan tidak hanya pangan olahan dari hutan mangrove saja, masih ada pangan olahan lain dan cendera mata yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar.

Belum selesai disini, RU VI Balongan juga membuat pusat pembelajaran keanekaragaman hayati dan budidaya mangrove yang diberi nama Arboretum Mangrove pada 2016. Dengan luas kawasan 2 Ha Arboretum Mangrove menjadi pusat pembibitan 29 flora pantai serta menjadi laboratorium KEHATI bagi sekolah dan institusi pendidikan di Indramayu. Dengan program CSR Pertamina Arboretum Mangrove di Indramayu ini, mengantarkan RU VI Balongan meraih PROPER EMAS dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

DSC03494

Banyak sekali hal dan kegiatan yang dikembangkan dari kegiatan konservasi dan juga rehabilitasi lingkungan yang dilakukan di Karangsong. Yang pasti kesemuanya selain  memberikan dampak positif terhadap alam juga memberika kontribusi yang signifikan dalam memajukan perekonomian masyarakat. Semoga dengan kesemua bentuk CSR yang Pertamina lakukan dapat menginspirasi pengembangan CSR untuk perusahan besar lain yang terdapat di wilayah Indonesia.

Mari jelajah Cirebon.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s