Mengingat Kembali Masa Menyusui & MPASI

Dalam rangka mendukung Pekan ASI Sedunia 2016 lalu, saya medapati banyak informasi yang berguna seputar ASI dan MPASI (Makanan pendamping ASI). Ikatan Dokter Anak Indonesia yang mengadakan seminar pada waktu itu mengangkat tema “Menyusui: Kunci Menuju Pembangunan Berkelanjutan”. Dengan berada di seminar tersebut membuat saya kembali mengingat masa-masa menyusui dan MPASI diwaktu silam.

Diriku terfokus pada tips sukses menyusui yang berawal dari persiapan sebelum persalinan. Jujur sewaktu diriku hamil, seandainya salah seorang sahabat suami tidak menghadiahkan buku ID Ayah ASI, mungkin kami akan lemah terhadap mitos menyusui dan akan mengikuti mitos turun temurun yang diberikan oleh orang tua kami. Dari buku ID Ayah ASI, dirikupun mengenal inisiasi menyusu dini (IMD) segera setelah bayi lahir. Dari seminar ini saya baru mengetahui kalauuu… proses IMD ini dibiarkan berlangsung setidaknya 1 jam atau sampai bayi menyusu untuk pertama kalinya. Kenyataannya, saya mengalami tidak sampai 30 menit *sad*. Menurut Satgas ASI IDAI (2011) IMD kontak kulit-ke-kulit yang tidak lebih dari 30 menit terjadi sebanyak 87% ( yak sepertinya saya salah satu dalam hitungan persen ini).

 

Lalu di tips sukses menyusui disebutkan juga ibu dan bayi seharusnya di rawat gabung selama 24 jam sehingga ibu dapat memberikan kesempatan menyusu sesuai tanda lapar bayi (minimal 8-12 kali/hari). Ketika melahirkan saya dan bayi ditempatkan di ruang berbeda. Di rumah sakit saya bersalin, hanya ruangan VIP saja yang bisa rawat gabung dengan si bayi. Untuk kelas-kelas ruangan lain, ibu dan bayi dipisah.

Tips sukses menyusui juga menyebutkan tidak ada minuman/makanan lain selain ASI selama 6 bulan usia bayi. Duh, ada yang punya pengalaman bayi menangis terus menerus dan keluarga yang mendengar mengatakan “Bayinya lapar tuh, udah kasih makan aja… pisang dikerok” ^^!. Jujur saya pernah mengalami momen ini dan pernah juga mendengar beberapa cerita teman yang mengalaminya. Untung saya berkeras hati, tetap memberikan bayi saya hanya ASI sampai 6 bulan usianya.

Tips sukses selanjutnya disebutkan tidak ada penggunaan botol-dot. Buat teman-teman yang memang ingin menyusui langsung selama 2 tahun dan merasa nyaman yah monggo. Saya waktu itu terpaksa berdampingan dengan dot, bahkan bayi saya harus mendapatkan donor ASI karena saya harus dirawat waktu itu.

Pemantauan berkala terhadap proses menyusui dan kondisi bayi, serta sebelum ibu dan bayi pulang dari fasilitas kesehatan pastikan ibu telah menyusui dengan baik serta tidak ada tanda infeksi/dehidrasi/kuning pada bayi.

Nah kesemua tips ini sepertinya akan menguap begitu saja jika kita sebagai orang tua tidak kekeuh menjalankannya dan menuntut itu semua. Dukungan menyusui ini perlu terus ditingkatkan loh, baik dari pemerintah, masyarakat, media, tenaga kesehatan juga keluarga dari pihak ibu dan ayah *senyumnya mana ibu-ibuk*.

Saya berdoa semoga dukungan pemerintah dapat memberikan waktu cuti ibu melahirkan sampai dengan enam bulan setelah bayi mendapatkan ASI eksklusifnya (((Aamiin))). Media dapat memberikan semua artikel-artikel yang membuat ibu-ibu semakin termotivasi menyusui bayinya. Tenaga kesehatan yang membantu mengedukasi para ibu baru untuk belajar menyusui juga memberikan kesempatan IMD bagi ibu dan bayi lebih lama lagi *masih ga terima IMD saya sebentar, tidak lebih dari 30 menit*. Last but not least, ini untuk keluarga dari pihak ayah ataupun pihak ibu si bayi… tolong kurangi informasi yang bersifat menyesatkan, dukung kedua orang tua bayi dengan memberi semangat dengan kata-kata yang positif. *oke sip*

Selanjutnya, melanjutkan rekomendasi WHO, standar emas makanan bayi setelah mendapatkan kesempatan IMD dan ASI eksklusif selama enam bulan adalah pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) untuk melengkapi kebutuhan energi, zat besi, zinc, vitamin A dan mikronutrien lainnya sambil tetap melanjutkan menyusui hingga bayi berusia dua tahun atau lebih.

Saya dulu mabok masalah MPASI ini, saya berfikir bayi saya ini picky eater. Rupanya banyak yang saya skip tentang MPASI ini.

Pertama orang tua harus tahu terlebih dahulu tujuan pemberian makanan kepada bayi yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. MPASI melengkapi nutrisi yang tidak cukup dari ASI saja. Selanjutnya MPASI melatih keterampilan makan bayi dan nantinya dapat membentuk kebiasaan makan sehat yang rupanya ini harus dipelajari. Selain itu MPASI menjadikan waktu makan sebagai waktu interaksi orangtua dan anak. Saya teringat setiap waktu makan Juan adalah waktunya saya mengoceh apa pun untuk membuat anak saya membuka mulut dan melahap makanannya.

Saat memberikan makanan pastikan bayi telah siap makan, terlihat dengan kepala yang sudah tegak, duduk dengan bantuan, tertarik melihat orang makan, mecoba meraih makanan, membuka mulut jika diberikan makan. Dan perlu diingat, rupanya ketika memberikan bayi makan dan bayi melepeh itu belum tentu si bayi tidak suka loh. Keep feeding.

Lalu apa yang harus diberikan? mulailah dengan makanan lumat dengan konsistensi halus atau saring, bertahap dirubah mulai dari agak encer menjadi dikentalkan. Selanjutnya naikan tekstur bertahap, bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang selanjutnya makanan keluarga. Pastikan makanan mengandung karbohidrat, lemak, protein hewani agar masa otot bayi berambah serta mengandung mineral dan vitamin  terutama zat besi, zink dan vitamin A.

Sekarang bagaimana cara memberikan MPASI? waktu Juan bayi jadwal memberikan makan ini tidak teratur, mulai dari keteteran mempersiapkan menu, menyiapkan bayi dan perlengkapan makannya lalu sampai pada akhirnya anaknya malah nangis dan maunya menyusu. Baiklah supaya tidak mengulang masa suram saya dulu, maka buatlah jadwal makan. Ini harus dilakukan, saya dengan alasan sendirian waktu itu selalu tidak tepat waktu membuat jadwal makan. Maka buatlah jadwal makan yang terencana. Pengenalan makanan kepada bayi membutuhkan 10-15 kali mencoba, saya baru dua kali gagal sudah menyerah *hiks! jangan ditiru ibu-ibuk*. Perhatikan tanda lapar dan kenyang, jangan pernah memaksa anak makan oleh karena itu perlu sekali mengetahui tanda lapar dan kenyang bayi.  Terakhir, pastikan kebersihan saat mengolah, menyiapkan dan memberikan MPASI.

Panduan MPASI

Nah beberapa mitos dan fakta ini pun selalu muncul untuk para ibu yang lagi semangat memberikan MPASI.

  1. Berikan sumber karbohidrat saja tunda pemberian daging sampai usia 8-10 bulan. Faktanya, tidak perlu ada penundaan cukup berikan satu persatu.
  2. Tunda pemberian ikan, telur sampai 1 tahun. Faktanya, menunda tidak mempengaruhi sebab alergi. Tidak perlu menunda jenis makanan tertentu kecuali terbukti alergi
  3. Hati merupakan organ yang penuh racun, jangan diberikan kepada bayi. Faktanya, hati sumber zat besi baik.
  4. Kenalkan sayur dahulu baru buah. Faktanya, dapat dikenalkan bersamaan.
  5. Belum tumbuh gigi jangan memberikan makanan bertekstur. Faktanya, keterampilan makan tetap diajarkan dari usia 8-10 bulan.
  6. Jangan menambah gula atau garam. Faktanya, gula dan garam dapat diperkenalkan menjelang bayi berusia 1 tahun, karena gula sumber energi dan garam sebagai pengikat lemak  baik untuk  masa pertumbuhan, hanya pemberiannya yang harus dibatasi. Rasa asin dari garam juga dapat diganti dengan menambahkan keju pada menu MPASI.

 

Dan……. alhamdulillah selesai juga saya menjabarkannya, ini akan menjadi catatan bagi diri saya juga karena merasa perlu untuk diingat kedepannya nanti, terus terang riwayat MPASI saya bersama Juan failed banget. Semoga blog ini dapat menjadi acuan beberapa teman yang sedang mempersiapkan kelahiran sang buah hati serta mempersipakan MPASI bagi para bunda-ibu-mama-mommy dimanapun kalian berada *HUG*

IMG_1693

Dan tidak kalah penting nih, keterangan Ikatan Dokter Anak Indonesia dan hal-hal terkait kesehatan anak dapat dilihat di www.idai.or.id atau laman Facebook Ikatan Dokter Anak Indonesia atauuuu follow @idai_tweets

 


		
Advertisements

5 thoughts on “Mengingat Kembali Masa Menyusui & MPASI

  1. Andai semua ibu mampu mengeluarkan ASI dengan lancar, nggak kebayang betapa sehat-sehatnya anak-anak Indonesia ini. Kalau sama Juan failed, insha Allah kalau dikasih lagi akan jauh lebih baik ke depannya. Kan ilmunya udah ngelotok, kak. hahaha

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s