Keajaiban Menyusui

Judul diatas saya ambil dari acara yang saya hadiri pada tanggal 3 Agustus tahun lalu. Lama sekali ^.^!, maafkan ya…memang ada beberapa post tahun lalu yang bermanfaat menurut saya untuk di share, tapi agak lama. Pokoknya minta maaf ya, monggo lanjutkan membacanya.

Pada 3 Agustus tahun lalu , saya menghadiri acara dengan tajuk Keajaiban Menyusui. Acara yang diselenggarakan oleh MCA-Indonesia @america yang turut menghadirkan Sigi Wimala, Sogi Indra Dhuaja untuk berbagi pengalaman seputar ASI dan menyusui. Hadir juga dr. Falla Adinda, dokter konselor laktasi dan Iing Mursalin, Wakil Direktur Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stanting (PKGBM) MCA-Indonesia.

20160803_083104565_iOS

Ada dua hal yang menjadi perhatian saya dari bincang-bincang yang sangat informatif hari itu, yang pertama ASI dan kedua stanting. Dimana keduanya sangat berkaitan. Informasi mengenai ASI sekarang sudah banyak diperoleh dimanapun (untuk mereka yang mau mencari tahu) dan pastinya akan menemukan berbagai artikel mengenai manfaat ASI, karena ASI tidak memiliki kekurangan, saya pun sebagai salah seorang ibu pemberi ASI kepada anaknya akan mengatakan manfaatnya buanyak. Sayangnya hal tersebut tidak diikuti oleh kesadaran beberapa orang tua, hal ini diketahui dari jumlah orang tua yang memberikan anaknya ASI masih 45% *sad*

Untuk bayi, ASI adalah adalah faktor utama agar pertumbuhan otak, fisik dan emosinya optimal. Menyusui juga akan mendukung bayi dan anak-anak mendapatkan gizi terbaik dalam 1000 hari pertamanya. Karena ASI memenuhi kebutuhan gizi bayi dengan kandungan yang komplit: air, karbohidrat, protein, lemak, karnitin, 6 macam vitamin, kolostrum (di hari-hari pertama bayi menyusu). Fakta globalnya, kurang gizi termasuk menyusui yang tidak memadai, merupakan penyebab 45% dari seluruh kematian anak balita setiap tahunnya. Inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif juga berkontribusi mengurangi risiko obesitas. Perekonomian sendiri terpengaruh dengan kegiatan menyusui ini, dimana keluarga di seluruh dunia menghabiskan sekitar $45 miliar per tahun untuk membeli susu formula. Dan rupanya dengan menyusui dan memberikan ASI secara optimal dengan standar WHO, Indonesia dapat menyelamatkan 5.377 tambahan nyawa anak-anak per tahun dan mencegah 803 kematian ibu setiap tahun karena kanker payudara.

Luar biasa sekali kan keajaiban menyusui ini, selain baik untuk bayi, anak, orang tua juga para ibu pastinya.

Selanjutnya stanting (tinggi badan dibawah standar usianya), seperti saya sebutkan sebelumnya, ASI dan stanting cukup berkaitan. Bentuk paling umum dari malnutrisi, dapat terjadi sejak bayi lahir dan makin parah dengan cepat sampai bayi berusia 24 bulan padahal masa-masa tersebut adalah peluang emas untuk pertama kehidupan dari pembuahan sampai bayi berusia 2 tahun. Asi adalah investasi awal untuk mencegah berat badan lahir rendah, mencegah stanting.

Selain dengan ASI, stanting dapat dicegah sedini mungkin mulai dari ibu hamil, dengan memakan makanan yang cukup gizi. Dengan selalu mengukur tinggi, berat badan bayi dan anak secara teratur untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Serta memiliki akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, juga lingkungan yang selalu bersih.

Jadi ibu-ibu dan teman-teman semua, pertumbuhan bayi dan anak kita akan sangat optimal jika hal-hal diatas yang sudah saya tuliskan dapat menjadi perhatian setiap orang tua. Marilah menjadi salah satu bagian dari keajaiban menyusui dan perhatikan terus pertumbuhan anak-anak kita ya.

sumber:

·          Breastfeeding, A Key to Sustainable Development, World Breastfeeding Week Action Folder.

·          Breastfeeding, A Key to Sustainable Development UNICEF, Kementrian Kesehatan, Alive & Thrive

·          Final Report Formative Research in Stunting in Indonesian Communities, MCA-Indonesia.